Pages

Monday, December 20, 2010

Antara masa bermain, Prestasi dan teknologi….

Masa kanak-kanak lazimnya ialah masa bermain, Karena memang sudah kodratnya demikian. Dimana mereka berkumpul bersama teman-temannya dan bermain bersama. Dari sana pembelajaran untuk berkomunikasi antar sesama dan pengembangan kreativitas otak yang perlu digali berkembang adanya.
                Tetapi, bila dilihat di sebagian besar daerah terutama di perkotaan, nampaknya masa bermain agak mulai pudar. Sebagian besar anak telah disibukkan oleh beberapa kegiatan yang kurang antas diterima untuk umur yang begitu dini. Seperti penggunaan teknologi ponsel dan internet. Memang orang tua yang memberikan izin kepada anak-anaknya untuk memakai ponsel beralasankan demi pengawasan atau kontrol dimanakah si anak berada, tetapi menurut saya, hal itu terlalu cepat eksekusinya. Mengapa, karena si anak tampak sibuk untuk mengurusi alat main barunya itu dan bisa juga ada kemungkinan untuk mempergunakannya dengan tidak sesuai kebutuhannya/dengan hal-hal negative nantinya. Apalagi pengawasan orang tua yang kurang dapat menambah kesempatan si anak untuk lebih leluasa bertindah buruk. Selain itu, media internet juga dapat menghipnotis si anak untuk lebih erat dengan dunia maya. Banyak persediaan game yang dapat dinikmati. Bersyukur bila si anak hanya mempergunakan sebatas permainan biasa, bagaimana jika hal itu dipergunakan untuk menembus konten-konten yang tidak layak dikunjungi untuk anak seusia mereka. Konsumsi orang dewasa pun menjadi konsumsi anak-anak. Dan lagi-lagi jika orang tua tidak bisa mengendalikan melalui pengawasan yang intensif.
                Selain dua media di atas, ada lagi fenomena unik yang sedang terjadi di lingkungan kita. Maraknya audisi pencarian bakat yang menjamur di berbagai daerah baik di lingkungan rumah sampai nasional. Bukan berarti tidak terdapat efek positif didalamnya. Selain untuk menjaring bakat-bakat yang terpendam dari si anak, si anak juga diajarkan untuk memiliki jiwa kompetensi sejak dini. Tetapi, apakah penerapan hal tersebut telah tepat waktunya?
                Setiap perlombaan pasti ada menang dan kalah. Tetapi melihat setiap airmata kekalahan dan depresi yang dihadapi setiap anak yang tidak berhasil dalam lomba tersebut sepertinya kurang layak. Aroma persaingan itu terasa terlalu awal untuk dinikmati.
                Alasan-alasan di atas bisa menyebabkan si anak sulit untuk bergaul. Mengapa? Karena adanya kecenderungan atau ketertarikan dengan dunia baru mereka sendiri. Dunia internet dan teknologi seperti ponsel. Dan dunia persaingan seperti ragam audisi. Jika dalam jangka panjang, maka masa bermain pun hilang. Dan si anak akan terpaksa dipaksa dewasa sebelum waktunya. Mungkin ada kapasitas profesi lain yang bisa menerangkan efek lain jangka panjang dari faktor-faktor tersebut. Yang jelas dari kacamata saya, malah akan menimbulkan masalah tersendiri di masa depan. Semua bisa dicegah dan berawal dari keluarga. 


No comments:

Post a Comment