Pages

Saturday, February 12, 2011

Teori perdagangan Internasional

TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL

A. Merkantalisme
Merupakan suatu falsafah ekonomi yang berkeyakinan bahwa kemakmuran suatu negara bergantung pada harta yang terakumulasi, biasanya emas dan untuk meningkatkan kemakmuran, kebijakan pemerintah hendaknya meningkatkan ekspor.
Meskipun era kaum merkantilis berakhir pada tahun 1700-an, argumen-argumennya masih tetap hidup. Neraca perdagangan yang memuaskan berarti negaramengekspor lebih banyak barang dan jasa. Ekspor akan membawa dolar ke negara pengekspor dan itu dianggap positif, tetapi impor meenyebabkan dolar keluar dari negara itu sendiri berdampak negatif.
Sebuah contoh merkantilisme modern yang dewasa disebut nasionalisme ekonomi. Hal ini menyatakan bahwa menasionalisasikan industri-industri kunci dan bank-bank penting agar dapat menggunakan kekuasaan negara baik sebagai pemegang saham dan penyandang dana maupun pelanggan dan pemasar untuk merevitalisasi basis industri negara itu.

B. Teori Keunggulan Absolut
Merupakan kemampuan sebuah negara untuk memproduksi suatu barang lebih banyak dengan jumlah masukan yang sama dengan negara lain.
Pasar bebas (pasar yang tidak dibatasi oleh peraturan pemerintah atas quota,pajak-) akan menguntungkan kedua negara yang berdagang. Mendukung  “invisible hand” yang mengatur mekanisme pasar.
Adam Smith menyatakan bahwa kekuatan pasarlah yang menentukan arah, volume dan komposisi perdagangan internasional, bukan pemerintah. Sebab dalam perdagangan bebas masing-masing negara akan mengkhususkan diri dalam memproduksi dengan efisien (memiliki suatu keungulan absolut, baik alamiah mauun yang diperoleh).
Ilustrasi Teori Keunggulan Absolut
Dalam persaingan sempurna dan tidak ada biaya transportasi. Negara akan mengkhususkan diri dalam memproduksi barang-barang yang dapat diproduksi dengan lebih efisien (dengan jumlah input sama dalam kurun waktu sama,menghasilkan lebih banyak)
CONTOH:

KOMODITAS
AS
JEPANG
JUMLAH
Ton Beras
3
1
4
Mobil
2
4
6

AS       è 3 ton beras dan 2 mobil diproduksi dalam 1 unit keluaran
Jepang è 1 ton beras dan 4 mobil diproduksi dalam 1 unti keluaran
AS mempunyai keunggulan absolut dalam produksi beras (3:1), sementara keunggulan absolut Jepang berada dalam pembuatan mobil (4:2).
Maka untuk dapat menghasilkan komonitas dengan jumlah yang memuaskan diperlukan perdagangan dengan negara lain yang memilki keunggulan atas produk yang kurang.

Spesialisasi Tiap Negara
KOMODITAS
AS
JEPANG
JUMLAH
Ton Beras
6
0
6
Mobil
0
8
8

Tabel ini memperlihatkan keluaran masing-masing negara, dengan kuantitas unit masukan yang sama , keluaran total sekarang lebih besar.

Nilai Tukar Perdagangan (Perbandingan Harga-harga Internasional)
Dengan spesilisasi , sekarang produksi kedua negara menjadi lebih besar. Tetapi untuk mengkonsumsi kedua produk, kedua negara itu harus memperdagangkan sebagian surplus mereka. Pembuat mobil Jepang akan memperdagangkan sebagian mobil mereka dengan beras apabila mereka dapat memperoleh lebih dari satu ton beras yang mereka peroleh untuk 4 mobil di Jepang. Demikian pula , petani beras Amerika akan memperdagangkan beras mereka dengan mobil-mobil Jepang apabila mereka memperoleh sebuah mobil dengan harga kurang dari 1,5 ton beras yang harus dikeluarkan di AS.


Apabila kedua negara menggunakan kedua pembatasan perdagangan sehinggga masing-masing memperoleh keuntungan dari perdagangan mereka akan menyetujui jual beli 1,25 ton beras untuk sebuah mobil. Keduanya akan memperoleh keuntungan dari spesialisasi karena masing-masing sekarang memiliki kuantitas sebagai berikut:

KOMODITAS
AS
JEPANG
JUMLAH
Ton Beras
3
3
6
Mobil
4
4
8

Keuntungan dari Spesialisasi dan Perdagangan
Dengan adanya spesialisasi dalam memproduksi produk yang dapat dilakukan dengan lebih efisien dan memperdagangkan kelebihan barang yang diproduksi dengan barang yang tidak dapat diproduksi seefisien barang yang astunya.. Sehingga kedua negara masing-masing memperoleh keuntungan yang sama besar.
KOMODITAS
AS
JEPANG
Ton Beras

2
Mobil
2


Dengan demikian, adanya perdagangan akan menguntungkan kedua negara . Tetapi bagaimana jika sebuah negara memiliki suatu keunggulan absolut dalam dalam memproduksi keduanya, baik bearas dan mobil?? Apakah masih akan terdapat basis untuk perdagangan.?

C.Teori keunggulan komparatif (comparative advantage theory)
Dikemukakan oleh David Ricardo. Teori ini mencoba melihat kuntungan atau kerugian dalam perbandingan relatif. Dalam teori ini, Negara yang memiliki kerugian absolut dari suaTu baranG dapat melakukan perdagangan terhadap Negara lain dengan melakukan spesialissi terhadap barang yang memiliki kerugian absolut terkecil dan memproduksinya dalam jumlah besar lalu mengekspornya ke negara lain.

  
Ada beberapa asumsi yang perlu diperhatikan dalam teori ini :
1. Labor Theory of Value, yaitu bahwa nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah tenaga kerja yang dipergunakan untuk menghasilkan barang tersebut, dimana nilai barang yang ditukar seimbang dengan jumlah tenaga kerja yang dipergunakan untuk memproduksinya.
2. Perdagangna internasional dilihat sebagai pertukaran barang dengan barang.
3. Tidak diperhitungkannya biaya dari pengangkutan dan lain-lain dalam hal pemasaran
4. Produksi dijalankan dengan biaya tetap, hal ini berarti skala produksi tidak berpengaruh.
5. Faktor produksi sama sekali tidak mobilitas antar negara. Oleh karena itu , suatu negara akan melakukan spesialisasi dalam produksi barang-barang dan mengekspornya bilamana negara tersebut mempunyai keuntungan dan akan mengimpor barang-barang yang dibutuhkan jika mempunyai kerugian dalam memproduksi.
6. tidak ada perubahan teknologi.
Paham klasik dapat menerangkan comparative advantage yang diperoleh dari perdagangan luar negeri timbul sebagai akibat dari perbedaan harga relatif ataupun tenaga kerja dari barang-barang tersebut yang diperdagangkan.
Contoh :
 Komoditas                    Amerika Serikat                       Jepang                Jumlah
Ton beras                                 6                                              3                          9
 Mobil                                      5                                              4                          9


Masing-masing negara melakukan spesialisasi. Apabila masing-masing negara melakukan spesialisasi dalam apa yang dikerjakannya paling baik, keluarannya akan menjadi sebagai berikut:

Komoditas                    Amerika Serikat                      Jepang                Jumlah
Ton beras                                  12                                     0                        12
Mobil                                          0                                     8                          8

 Nilai Tukar perdagangan. Dalam hal ini, syarat-syarat perdagangan akan berada di antara satu ton beras untuk lima per enam mobil yang harus dibayar oleh petani Amerika di Amerika Serikat, dan satu sepertiga mobil Jepang harus dibayar oleh pembuat mobil Jepang untuk satu ton beras Jepang.
Asumsikan bahwa para pedagang setuju atas tingkat pertukaran (kurs) satu mobil untuk satu ton beras. Keduanya akan memperoleh keuntungan dari pertukaran dan spesialisasi ini, seperti diperlihathan berikut ini:

Komoditas                            Amerika Serikat                            Jepang
Ton beras                                         8                                            4
Mobil                                               4                                            4

Perhatikan bahwa perdagangan ini meninggalkan Amerika Serikat dengan beberapa beras surplus dan satu mobil lebih sedikit daripada yang ia miliki sebelumnya. Jepang mempunyai lebih banyak beras dan jumlah mobil yang sama. Namun para petani beras Amerika seharusnya dapat memperdagangkan dua ton beras surplus untuk dua mobil di tempat lain. Maka hasil akhirnya akan berupa:

 Komoditas                            Amerika Serikat                           Jepang

            Ton beras                                                 6                                            4
Mobil                                                       6                                            4

Keuntungan yang diperoleh dari spesialisasi dan perdagangan. Keuntungan spesialisasi dan perdagangan yang diperoleh dalam hal ini adalah sebagai berikut:

Komoditas                            Amerika Serikat                           Jepang

Ton beras                                                                                                1
Mobil                                                 1


    D. Teori Faktor Endowment oleh Heckcsher-Ohlin
     Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain.
     Teori Heckscher-Ohlin (H-O) menjelaskan beberapa pola perdagangan dengan baik, negara-negara cenderung untuk mengekspor barang-barang yang menggunakan faktor produksi yang relatif melimpah secara intensif.
Menurut Heckscher-Ohlin, suatu negara akan melakukan perdagangan dengan negara lain disebabkan negara tersebut memiliki keunggulan komparatif yaitu keunggulan dalam teknologi dan keunggulan faktor produksi. Basis dari keunggulan komparatif adalah:
1.      Faktor endowment, yaitu kepemilikan faktor-faktor produksi didalam suatu negara.
Barang-barang yang memerlukan sejumlah besar pasokan faktor produksi yang berlimpah akan mendapatkannya dengan harga yang lebih murah sehingga dapat menekan biaya produksi dan dapat dijual lebih murah di pasar internasional.
2. Faktor intensity, yaitu teknologi yang digunakan didalam proses produksi, apakah labor   intensity atau capital intensity.
Beberapa kegiatan menyangkut faktor intensity, yaitu :
            ~ Perdagangan internasional melalui perpindahan barang, jasa dasi suatu negara kenegara yang lainnya yang biasa disebut transfer of goods and services.
            ~ Perdagangan internasional melalui perpindahan modal melalui investasi asing dari luar negeri kedalam negeri atau yang disebut dengan transfer of capital
~ Perdagangan internasional melalui perpindahan tenaga kerja yang berpengaruh terhadap perndapatan negara melalui devisa dan juga perlunya pengawasan mekanisme perpindahan tenaga kerja yang disebut dengan transfer of labour.
~ Perdagangan internasional yang dilakukan melalui perpindahan teknologi yaitu dengan cara mendirikan pabrik-pabrik dinegara lain atau yang biasa kita sebut transfer of technology.
~ Perdagangan internasional yang dilakukan dengan penyampaian informasi tentang kepastian adanya bahan baku dan pangsa pasar atau yang disebut dengan transfer of data.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perdagangan internasional
Banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional, di antaranya sebagai berikut :
* Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
* Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara
* Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi
* Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
* Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi.
* Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
* Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
* Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.
Manfaat perdagangan internasional
- Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri
Selalu saja ada keterbatasan suatu negara dalam memproduksi barang di negeri sendiri maka cara pemenuhan kebutuhan terhadap barang tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan impor dari negara lain.
- Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara.
Faktor-faktor tersebut diantaranya : kondisi geografi, iklim, tingkat penguasaan iptek dan lain-lain. Dengan adanya perdagangan internasional, setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.
- Memperoleh keuntungan dari spesialisasi
Sebab utama kegiatan perdagangan luar negeri adalah untuk memperoleh keuntungan yang diwujudkan oleh spesialisasi. Walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain, tapi ada kalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar negeri.
- Memperluas pasar dan menambah keuntungan
Terkadang, para pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya) dengan maksimal karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi, yang mengakibatkan turunnya harga produk mereka. Dengan adanya perdagangan internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri.
- Transfer teknologi modern
Perdagangan luar negeri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efesien dan cara-cara manajemen yang lebih modern.

E. Memperkenalkan Uang

Untuk menentukan apakah terdapat lebih banyak keuntungan untuk membeli secara lokal atu mengimpor , para pedagang perlu mengetahu harga mata uang negara sendiri. Untuk menukar dari mata uang asing ke domesrik, mereka menggunakan kurs.

Kurs
Kurs  adalah harga sebuah mata uang yang dinyatakan dalam nilai mata uang lainnya. Misalnya kurs yang berlaku adalah $1=250 yen, maka 1 yen haruslah bernilai 0,004. Apabila biaya tanah, tenaga, kerja dan modal untuk memproduksi keluaran harian dari beras dan mobil adalah $10.000 di AS dan di Jepang adalah 2,5juta Yen (10.000x250).

KOMODITAS
HARGA/UNIT
AS
JEPANG
Ton Beras
$10.000 / 3 = $3.330/ton
2,5 juta Yen / 1 = 2,5 jt Yen
Mobil
$10.000 / 2 = $5.000/unit
2,5 juta Yen / 4 = 0,625 jt Yen

Maka dilihat dari pedagangan AS perbandingannya adalah sebagai berikut

KOMODITAS
HARGA/UNIT
AS
JEPANG
Ton Beras
$3.330/ton
$ 10.000/ton
Mobil
$5.000/unit
$ 2.500/unit

Para produsen beras Amerika dapat memperoleh $6.670 ($10.000-$3.330) lebih banyak dengan mengekspor beras ke Jepang daripada mereka menjual di negara sendiri(secara lokal).



Dan untuk pihak Jepang , maka perdagangannya adalah
KOMODITAS
HARGA/UNIT
AS
JEPANG
Ton Beras
0,83 juta Yen
2,5 juta Yen
Mobil
1,25 juta Yen
0,625 juta Yen

Jelas bahwa pembuat mobil Jepang akan mengekspor ke AS karena mereka akan mendapat laba lebih besar 0,625 jt Yen.

Pengaruh Kurs
Beras ke Jepang dan mobil ke AS berdasarkan contoh diatas merupakan arah perdagangan sepanjang kurs dalam kisaran $1 = 250 Yen. Tetapi jika dollar menguat menjadi $1 = 750 Yen , maka beras Amerika akan sama harganya dalam Yen dengan beras Jepang dan impor akan terhenti. Disisi lain apabila kurs dollar melemah menjadi $1=125 Yen, maka mobil Jepang akan berharga $5.000 bagi para pedagang Amerika, dan mereka akan memiliki alasan yang lemah untuk mengimpor.
Cara lain bagi sebuah negara untuk dapat menghindari kehilangan pasar dan memperoleh kembali daya saingnya di pasar-pasar dunia adalah melalui devaluasi mata uang yaitu menurunkan harga(nilai mata uang) sendiri terhadap negara lain.
Sebagai contoh, tahun 1980-an, Meksiko yang bergantung pada turis Amerika untuk sebagian besar dari perolehan devisanya, menghadapi ancaman hilangnya bisnis ini karena inflasi telah mendorong harga-harga peso sehingga harga dengan kurs 12,5 peso = $1 bagi Amerika adalah terlalu tinggi. Para pejabat meksiko memiliki tiga alternatif,yaitu
1.      melakukan deflasi untuk mendorong turunnya harga peso
2.      menurunkan harga dengan pengumuman resmi pemerintah
3.      mendevaluasi peso.
Kurs peso menjadi turun $1 = 25 peso . Dan perjalanan ke Meksiko menarik minat bagi orang Amerika.

  
F. DAUR HIDUP PRODUK INTERNASIONAL

Daur hidup produk internasional (International Product Life Cycle – IPLC) adalah sebuah teori yang menjelaskan mengapa suatu produk yang mula-mula sebagai ekspor sebuah negara akhirnya mejadi impor. Konsep ini biasa berkaitan dengan inovasi dalam pola perdagangan. Berikut akan dibahas bahwa ada empat tahap yang dilalui sebuah produk baru yaitu :

1. Ekspor AS
            Pada sebuah negara yang memiliki penduduk dengan konsumen berpenghasilan tertinggi didunia, maka akan semakin besar kebutuhan penduduk tersebut. Disini peran pabrikan tersebut mencari cara agar selalu dapat memuaskan kebutuhannya.  Karena itu,  perusahaan akan selalu mempertahankan keadaaan yang mendukung pengembangan produk tersebut seperti memelihara laboratorium penelitian dan pengembangan sampai pada tetap melakukan kontak pada pemasok bahan baku produk. Dengan mendekati pasar, manajamen dapat dengan cepat bereaksi terhadap umpan pelanggan. Hal ini membuat Amerika lebih maju dalam memperkenalkan produk baru sehingga pasar ekspornya pun berkembang.

2. Produksi Luar Negeri Dimulai
Konsumen luar negeri terutama negara maju mempunyai kebutuhan dan kemampuan membeli. Volume ekspor tumbuh untuk mendukung produksi lokal. Bila inovatornya perusahaan multinasional, maka ia akan mengirim kepada ke anak-anak perusahaannya masing-masing informasi tentang bagaimana cara memproduksi produk baru. Bila tidak ada afiliasi, para pelaku bisnis akan berusaha memperoleh lisensi untuk memproduksinya sehingga dimulailah produksi luar negeri.

3. Persaingan Luar Negeri dalam Pasar Ekspor
            Begitu pabrikan luar negeri telah memperoleh pengalaman dalam pemasaran dan produksi biaya-biaya akan turun. Kejenuhan pasar lokal akan menyebabkan mereka mencari pembeli dilain tempat. Mereka bahkan bisa menjual lebih murah daripada produksi Amerika. Pada tahap inilah diketahui persaingan ekspor diluar negeri dan akibatnya penjualan perusahaan-perusahaan Amerika akan merosot.
4. Persaingan Impor di Amerika Serikat.
            Bila penjualan ekspor dan domestik memungkinkan produsen luar negeri memperoleh skala ekonomi yang dinikmati perusahaan Amerika mereka dapat mencapai titik dimana mereka dapat bersaing dengan Amerika (menjual produk lebih murah daripada perusahaan Amerika sendiri). Sejak saat itu, pasar Amerika akan dilayani hanya oleh impor. Contohnya adalah perangkat televisi hitam putih. Siklus ini dapat berulang-ulang ketika negara-negara berkembang dengan biaya tenaga kerja yang masih rendah memperoleh teknologi, dan dengan demikian memerlukan keunggulan biaya atas negara-negara yang lebih maju industrinya.

G. BEBERAPA PENJELASAN YANG LEBIH BARU UNTUK ARAH PERDAGANGAN
*                  Skala Ekonomi dan Kurva Pengalaman
Kebanyakan industry memperoleh keuntugan dari skala ekonomi (economies of scale) yakni semakin adanya biaya produksi per unit yang menurun setiap periode tertentu seiring besarnya pabrik dan meningkatnya output pabrik tesebut.
Ini terkait dengan teknologi, dimana terdapat peralatan yang lebih besar dan efisien yang digunakan sehingga perusahaan dapat memperoleh potongan harga atas pembelian-pembelian industry dengan volume yang lebih besar, dan biaya-biaya tetap seperti biaya penelitian dan pengembangan serta overhead administrative dapat dialokasikan pada kuantitas keluaran yang lebih besar. Pengalaman juga dijadikan dijadikan suatu industry atau perusahaan untuk lebih mempelajari cara-cara untuk meningkatkan efisien produksi, yang menyebabkan biaya produksi berkurang dengan suatu jumlah yang dapat diperkirakan.

*                  Teori penggerak pertama (First Movers Theory)
Ialah adanya anggapan dari beberapa ahli yakni perusahaan-perusahaan yang pertama menerobis pasar (penggerak utama) akan segera mendominasinya. Kemampuan perusahaan mencapai skala ekonomi lebih dahulu dibanding pesaing akan memberi keuntungan lebih banyak lagi.

*                  Teori Linder mengenai Permintaan yang Tumang Tindih
menyatakan selera konsumen sangat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan,  sehingga pendapataan perkapita suatu negara akan menentukan jenis barang yang dimintanya.. Barangyang akan diperdagangkan oleh dua negara yang sama pendapatan perkapitanya atas jenis barang yang sama disebut permintaan tumpang tindih (overlapping demand). Perdagangan intra industri ini timbul karena diferensiasi produk.

*                  Keunggulan Kompetitif Bangsa-Bangsa dari Poter
Ada beberapa asumsi dari Michael Porter yakni ada 4 jenis variable yang akan mempunyai dampak atas kemampuan perusahaan-perusahaan local di suatu negara untuk menggunakan sumber-sumber negara itu untuk memperoleh keunggulan komparatif, diantaranya :
Ø  Kondisi permintaan – sifat dasar permintaan domestik. Jika ada permintaan dari pelanggan, maka produsen akan berusaha memproduksi sebaik mungkin (berkualitas tinggi dan inovatif) dan menjadi produk yang dapat keuntungan persaingan global  dibanding negara yang permintaan domestiknya kecil.
Ø  Industri terkait dan pendukung, cenderung membentuk kelompok di lokasi tertentu (walau perusahaan mereka telah mendominasi.
Ø  Kondisi  komposisi factor produksi; Porter membedakan factor dasar (spt buruh,sumber alam,geografi.dll-Teori H-O) dan Faktor lanjutan (infrastruktur suatu negara). Juga faktor yang dibuat (karena investasi) dan faktor warisan (alam,lokasi) Kekurangan karunia alam akan membuat bangsa melakukan investasi dalam rangka penciptaan faktor lanjutan seperti pendidikan tenaga kerja, pelabuhan bebas dan memajukan sistim komunikasi  untuk memungkin industri mereka maju secara global
Ø  Strategi,struktur dan persaingan perusahaan-perluasan persaingan domestik,adanya hambatan masuk, serta organisasi dan gaya manajemen perusahaan. 


1 comment: