mungkin sebagian besar dari kita sudah pernah mendengar istilah tentang "krisis identitas", namun ada baiknya kita lihat terlebih dahulu arti harafiah setiap penggalan kata tersebut. krisis bisa diartikan sebagai suatu kondisi yang suram. berbahaya, dan genting. krisis mengandung pengertian negatif. sedangkan identitas merupakan ciri-ciri atau keadaan khusus dari seseorang atau sesuatu. jadi, jika bisa ditarik kesimpulan dari sedikit penjelasan di atas krisis identitas ialah suatu kondisi yang suram dari ciri-ciri seseorang atau sesuatu.
namun, pada tulisan ini saya ingin berbagi sesuatu yang lebih dari sekedar itu. biasanya istilah krisis identitas ditujukan pada individu orang yang biasa dijadikan indikatornya ialah moral, perilaku, atau hal lain bersifat soft skill. tidak ingin terlalu hanyut dalam teori2 yang masih serasa abstrak, saya memiliki contoh nyata.
kebetulan saya dilahirkan dari orang tua yang asli bersuku batak. walaupun kelahiran jauh di luar dari tanah Batak, namun nilai-nilai tentang ke-Batak-an itu sudah diberikan sejak kecil. misalnya, ikut dalam perkumpulan keluarga Batak di kota perantauan orang tua, sering mendengarkan lagu-lagu dari Batak, memakai bahasa daerah sesekali di lingkungan rumah, dan sebaginya. sehingga saya tidak merasa asing dengan apa itu bonapasogit. bahkan ketika berumur 8 tahun, almarhum ayah saya sudah memberitahukan identitas saya di marga saya. "kamu boru, kalau ditanya orang boru apa, bilang boru samosir. dan kalau ditanya samosir apa, bilang samosir sidari tumpak bolon no.15." bukan sekali dua kali saja didengungkan ayah di telingaku, bahkan silsilah dari generasi pertama di marga kami sampai generasi sebayaku pun terpampang jelas di rumah. awalnya, merasa bahwa hal itu tidak terlalu penting. namun, lama-kelamaan saya mulai merasa hal itu berharga buatku.
suatu hari, saya pernah bertemu dengan seorang pemuda sebaya saya. dan berkenalan. tak disangka marganya dan margaku sama. merasa ada kesamaan, saya mulai bertanya lebih dalam tentang asal usulnya. namun, apa yang saya dapatkan, dia (ito) saya tersebut kurang mengetahui asal usulnya darimana. semisal samosir dari mana, nomer berapa. masih beruntung kalo respon dia hanya sebatas tidak mengetahui, tetapi ada peryataannya yang cukup membuatku tidak nyaman. "apa itu penting yah ito?"
tidak hanya dia yang saya temukan pemuda-pemudi batak yang bisa dikategorikan tidak peduli dengan asal usulnya, marganya, kampung halamannya. dengan usia rata-rata diatas 20an, menurut saya ketidakpedulian itu mestinya sudah ditinggalkan. karena kekhawatiran akan akibat jangka panjang. krisis identitas. saat tengah berkeluarga nantinya, tidak ada lagi informasi tentang silsilah yang bisa dibagikan. miris rasanya.
bagaimana jika suatu hari nanti, kita pun tidak mengenal sodara-sodara dekat kita, bagaimana dengan anak-anak kita selanjutnya, makin tidak mengenal lagi. padahal ikatan persaudaraan di kalangan masyarakat batak itu sangat kental dan setiap adatnya mengikat satu dengan yang lain.
menurut saya, faktor utama yang harus dibenahi ialah dari keluarga yang merupakan lingkungan terkecil. kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan dalam suatu keluarga sangat mempengaruhi perilaku sang anak. jika orang tua sudah terbiasa mengajarkan tentang pentingnya asal usul itu sejak dini, maka kemungkinan sang anak untuk tidak peduli semakin kecil. dan faktor selanjutnya ialah dari dalam diri sendiri. tidak peduli jika anda berdomisili jauh dari bonapasogit, atau tidak diajarkan di keluarga, baiklah anda sendiri mencarinya. pasti ada saja yang bisa ditanyakan jika keinginan itu benar-benar ada. selain itu, dengan peduli kita dapat memupuk rasa cinta kepada bonapasogit, serta efek jangka panjangnya ialah kita bisa lebih berbenah terhadap kampung halaman kita masing.
memang awalnya hanya berupa pengenalan tentang bona pasogit, namun efek kompleks jangka panjangnya sangat bergantung dari hal itu.
tidak ada kata terlambat untuk mengenal tentang adat kita. tidak perlu harus mengetahui semuanya secara cepat, biarlah proses yang mengantarkan kita kepada kematangan. identitas ini harus benar-benar dijaga agar kelak ada yang lebih dari sekedar cerita yang bisa kita bagi.
Banggalah menjadi Orang Batak..
Horas
-dari boru samosir yang rindu bonapasogit-
No comments:
Post a Comment